Pekan Imunisasi Dunia “Imunisasi Lengkap Indonesia Sehat”

Berdasarkan data dari WHO, 1,5 juta anak meninggal tiap tahunnya akibat menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah apabila anak-anak mendapatkan imunisasi. Penyakit tersebut sering disebut dengan istilah PD3I ( Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ), yaitu Hepatitis B, TB, Difteri, Pertusis, Tetanus, Campak, Pnemonia, Meningitis, Rubella dan Polio. Tujuan diberikan imunisasi adalah mencegah dan mengurangi angka kesakitan, angka kematian dan kecatatan akibat menderita PD3I. Tujuan imunisasi yang tidak kalah penting adalah mencegah terjadinya KLB penyakit dan wabah PD3I di masyarakat.

Sejak tahun 2012, WHA ( World Health Assembly ) memprakarsai Pekan Imunisasi Sedunia yang ditetapkan diperingati setiap minggu ke-4 tiap bulan April tiap tahunnya. Dan pekan imunisasi dunia telah dilaksanakan dilebih dari 180 negara di dunia melalui pelaksanaan kegiatan. Hal penting yang menjadi tujuan dari Pekan Imunisasi Dunia adalah mengangkat nilai penting dan manfaat imunisasi untuk kesehatan anak-anak dan masyarakat dunia. Hal penting lainnya dalam kegiatan Pekan Imunisasi Dunia yaitu mengatasi kesenjangan cakupan imunisasi serta menjadi sarana untuk selalu menyampaikan bahwa imunisasi rutin lengkap merupakan dasar untuk sistem kesehatan yang kuat, tangguh dalam upaya mendukung cakupan kesehatan universal.

Pelaksanaan pekan imunisasi dunia tahun 2019 mengambil tema : Imunisasi Lengkap Indonesia Sehat. Tema tersebut sangat selaras dengan tantangan program imunisasi yang saat ini ada. Tantangan yang umum menjadi persoalan adalah pasokan vaksin dan manajemen rantai dingin vaksin. Meskipun dua hal teknis tersebut harusnya bisa diatasi melihat kondisi sumber daya yang ada saat ini, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah. Tantangan lainnya adalah isu/rumor negatif terkait vaksin yang memicu munculnya penolakan dari individu maupun kelompok masyarakat kepada program imunisasi. Pengetahuan masyarakat terkait manfaat imunisasi dan kerugian ekonomi akibat kecacatan atau kematian yang timbul apabila anak yang berada di limgkungan sekitar kita tidak mendapatkan imunisasi lengkap juga harus ditingkatkan.
Dengan dukungan semua pihak yang utama dari pemerintah daerah, dukungan OPD/SKPD lainnya, lintas sektor, lintas program, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi profesi kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dengan kerja keras dari ujung tombak pelayanan imunisasi yaitu Puskesmas, pelaksanaan program Imunisasi di kabupaten Banyumas bisa berjalan dengan baik. Hal ini digambarkan dalam capaian cakupan program imunisasi kabupaten Banyumas yang selalu berhasil memenuhi target baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Pada peringatan Pekan Imunisasi Daerah tahun 2018, kab Banyumas mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan, dimana Kab Banyumas masuk sebagai Kab/kota dengan Kinerja Program Imunisasi terbaik tingkat nasional. Penghargaan ini secara langsung maupun tidak langsung memacu semangat serta kinerja jajaran kesehatan di kab Banyumas agar program imunisasi di Banyumas dapat berjalan lebih baik lagi.

Dengan momentum pekan imunisasi dunia tahun 2019, diharapkan langkah langkah untuk meningkatkan cakupan imunisasi bisa dilaksanakan dengan baik. Diantaranya yaitu : meluruskan informasi yang tidak benar tentang imunisasi, memobilisasi semua sumber daya untuk selalu mensosialisasikan imunisasi, memastikan vaksin mudah dijangkau dan didapatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, serta meningkatkan pelayanan imunisasi yang bermutu dengan cakupan tinggi dan merata di wilayah kabupaten Banyumas. Dengan demikian kekebalan komunitas di masyarakat bisa terbentuk, angka kesakitan kematian dan kecatatan akibat PD3I bisa diturunkan. Sehingga tujuan akhir yaitu peningkatan status kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas bisa tercapai.

 

dr Arif Sugiono,

Seksi Surveilans Imunisasi dan KLB, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kab. Banyumas

Related Posts

Komentar