Ngopeni Jiwa, Nguripi Rasa: Banyumas Bergerak untuk Indonesia Sehat Mental

Image

HKJS 2025

Banyumas, 11 November 2025 — Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2025 diselenggarakan di Bale Adipati Mrapat Kecamatan Banyumas dengan tema “Ngopeni Jiwa, Nguripi Rasa: Dari Banyumas untuk Indonesia Sehat Mental.” Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Camat Banyumas Jakarta Tisam, S.STP., M.Si., Kepala Puskesmas Banyumas dr. Kuntoro, Ketua Pokja Disabilitas Pak Andi Kurniawan dari Sentra Satria Baturraden, Danramil, narasumber Beta Sugiarso, M.Kep., seorang Perawat Spesialis Jiwa RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, serta perwakilan dari Sentra Satria Baturraden. Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas turut hadir Supriatin, S.Tr.KL, selaku Ketua Tim Kerja PTM, Keswa, dan NAPZA, yang juga memberikan dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah kampanye pentingnya menjaga kesehatan jiwa, tetapi juga menjadi momentum pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kecamatan Banyumas. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, antara lain Camat, Sekretaris Kecamatan, Kepala Puskesmas, Kapolsek, Danramil, kader kesehatan jiwa, kepala desa, dan tokoh masyarakat, yang bekerja sama dalam memperkuat dukungan layanan kesehatan jiwa di wilayah Banyumas.

Pada kesempatan tersebut, Beta Sugiarso, M.Kep. hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi tentang pentingnya peran caregiver dalam pemulihan kesehatan jiwa. Ia menjelaskan bahwa proses penyembuhan seseorang dengan gangguan jiwa tidak hanya bergantung pada obat dan layanan medis, tetapi juga pada dukungan emosional dan sosial dari keluarga serta lingkungan sekitar. “Caregiver berperan sebagai jembatan antara pasien dan tenaga kesehatan. Dukungan mereka bisa menentukan keberlanjutan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Karena itu, pemberdayaan keluarga menjadi bagian penting dari proses pemulihan,” ujarnya.

Camat Banyumas, Jakarta Tisam, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa kesehatan jiwa merupakan isu yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat mental. “Kesehatan jiwa tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar upaya ini benar-benar berdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi tersebut. Melalui kerja sama lintas sektor, setiap unsur diharapkan dapat berperan sesuai kapasitasnya sehingga upaya deteksi dini, pendampingan, hingga pemulihan bagi masyarakat dengan permasalahan kesehatan jiwa dapat berjalan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Selain pembentukan TPKJM, kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Sentra Satria Baturraden dalam penyaluran Bantuan Atensi bagi masyarakat dengan permasalahan kesehatan jiwa. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat dukungan sosial dan ekonomi penerima manfaat agar mereka dapat hidup lebih mandiri dan berdaya.

Melalui semangat Ngopeni Jiwa, Nguripi Rasa, kegiatan ini mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli, memahami, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Banyumas berharap gerakan ini dapat menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sadar, tangguh, dan sehat mental dari Banyumas untuk Indonesia.

“Menjaga kesehatan jiwa berarti menjaga kemanusiaan kita. Sebab di balik setiap jiwa yang pulih, ada masyarakat yang semakin utuh.”

.

Komentar