PADUAN SUARA “SWARA BAHANA AROGYA” DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN BANYUMAS

Image

PADUAN SUARA “SWARA BAHANA AROGYA”

DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN BANYUMAS

Ketika Pengabdian Menjelma Menjadi Harmoni

Langit kota Purwokerto tiba-tiba dikejutkan dengan bergaungnya Paduan Suara kelompok kecil anak-anak negeri Banyumas yang tergabung dalam ASN Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas dan menamakan dirinya sebagai Tim Paduan Suara “Swara Bahana Arogya”. Dari jumlah pegawai ASN kesehatan di Kabupaten Banyumas sekitar 2576 nakes, hanya 35 orang yang menjadi tim inti Paduan Suara “Swara Bahana Arogya”. Namun jumlah yang hanya 1,4 % ini, suaranya mampu menggetarkan Bumi Banyumas. Masya Allah… Tabarakallah…

Setiap perjalanan besar selalu diawali oleh sebuah langkah kecil. Demikian pula setiap harmoni yang indah, selalu berawal dari satu nada yang berani disuarakan. Dalam sebuah nada, betapapun indahnya, tidak akan pernah menjadi lagu apabila memilih berjalan sendiri. Ia membutuhkan nada-nada lain untuk saling melengkapi. Ia membutuhkan hati-hati yang rela mendengarkan sebelum didengarkan. Ia membutuhkan kebersamaan. Sebuah kisah yang tidak ditulis dengan tinta. Melainkan dengan semangat, pengabdian, dan cinta. Kisah itu bernama “Swara Bahana Arogya”. 

 Nama Swara Bahana Arogya bukan sekadar rangkaian kata. Swara Bahana Arogya adalah doa yang dilantunkan setiap kali bernyanyi. Swara adalah suara. Suara hati yang lahir dari ketulusan. Suara pengabdian yang setiap hari hadir melayani masyarakat. Bahana adalah gema. Gema yang tidak berhenti pada satu ruangan. Melainkan terus menjalar membawa semangat, harapan, dan optimisme. Sedangkan Arogya berarti sehat. Bukan hanya sehat raganya. Namun juga sehat jiwanya. Sehat persaudaraannya. Sehat semangat pengabdiannya. Karena itulah, setiap lagu yang dinyanyikan sesungguhnya adalah doa. Doa agar Kabupaten Banyumas senantiasa diberkahi kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Aamiin Ya Robbal’alamiin.

Swara Bahana Arogya dibentuk pada bulan Januari 2026 dari sebuah keyakinan yang sederhana. Bahwa orang-orang yang setiap hari mengabdikan dirinya untuk melayani kesehatan masyarakat juga membutuhkan ruang untuk bertumbuh bersama. Ruang untuk saling mengenal dan menguatkan. Ruang untuk merawat kebahagiaan. Swara Bahana Arogya merupakan wadah seni vokal keluarga besar Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas. Atas inisiatif Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia dan dibawah bimbingan langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas,   dr. Catur Yuni Muliatsih, MM, munculah sebuah keluarga baru yang dipersatukan oleh musik. Sebuah keluarga yang dipercaya bahwa harmoni di atas panggung akan melahirkan harmoni dalam pelayanan. Karena pelayanan yang terbaik selalu hadir dari hati yang damai. Dan hati yang damai tumbuh dari kebersamaan.   Dua Srikandi Nahkoda di Dinkes ini sangat optimis bahwa Swara Bahana Arogya akan mampu menyuarakan harmoni suara, dan melahirkan harmoni kerja serta harmoni hati. Paduan suara ini terbentuk dari semangat kebersamaan ASN Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas (didalamnya ada Puskesmas dan RS) untuk menyalurkan bakat, membangun solidaritas, sekaligus menjadi duta harmoni di setiap kegiatan dinas.

Keanggotaan Swara Bahana Arogya adalah dari berbagai profesi kesehatan yang terdiri dari Dokter, Perawat, Bidan, Sanitarian, Epidemiolog, Nutrisionis, Apoteker, Penyuluh Kesehatan, Tenaga Administrasi yang tergabung dalam Keluarga Besar Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas. Setiap pagi mereka mengenakan seragam pengabdian. Menyapa masyarakat dan mendengar keluh kesahnya. Mereka berupaya menghadirkan pelayanan terbaik untuk publik. Namun ketika tugas hari itu selesai, seminggu sekali dua kali mereka dipertemukan oleh sebuah bahasa yang tidak membutuhkan banyak kata. Bahasa itu adalah musik. Dibawah bimbingan pelatih ternama Bapak Yonathan Tri Yulianto yang kebetulan juga seorang nakes dari RS Sinar Kasih Purwokerto. Di ruang latihan, tidak ada jabatan, tidak ada perbedaan profesi, yang ada hanyalah satu tujuan. Belajar mendengarkan. Belajar menyelaraskan. Belajar saling menguatkan.

Paduan suara mengajarkan banyak hal. Mengajarkan bahwa suara yang paling keras belum tentu menjadi yang paling indah. Keindahan justru lahir ketika setiap suara mengetahui kapan harus memimpin. Dan kapan harus mengiringi. Dalam paduan suara, tidak ada suara yang lebih penting. Sopran tidak dapat berdiri sendiri. Alto membutuhkan tenor. Tenor membutuhkan bass. Konduktor membutuhkan seluruh anggota.,Dan seluruh anggota membutuhkan satu sama lain. Begitulah kehidupan. Begitulah pengabdian. Mereka belajar bahwa keberhasilan bukan tentang siapa yang paling menonjol. Melainkan tentang bagaimana bisa bersama-sama menciptakan sesuatu yang lebih indah daripada kemampuan masing-masing.

Bagi Swara Bahana Arogya bukanlah sekedar seni. Disini para garda terdepan pelayanan kesehatan, menemukan kebersamaan di tengah pengabdian. Karena satu keyakinan bahwa kesehatan tidak hanya dipulihkan melalui obat dan pelayanan medis, tetapi juga dirawat melalui kehangatan, kebersamaan, dan keindahan yang menyentuh hati. Swara Bahana Arogya adalah rumah yang mengajarkan bahwa tidak ada suara yang terlalu kecil untuk didengar, dan tidak ada peran yang terlalu sederhana untuk dihargai. Dalam sebuah paduan suara, setiap nada memiliki arti, setiap suara memiliki tempat, dan setiap anggota adalah bagian yang tak tergantikan. Karena harmoni yang diciptakan di atas panggung akan menjadi energi yang akan dibawa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab kesehatan tidak hanya dihadirkan melalui pelayanan medis, tetapi juga melalui semangat, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh dari hati.

 

Untuk seluruh keluarga besar Swara Bahana Arogya. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya karena telah meluangkan waktu di tengah kesibukan pelayanan.Terima kasih karena telah memilih datang berlatih ketika tubuh terasa lelah dan tidak pernah menyerah ketika satu nada terasa sulit dicapai. Terima kasih karena tetap percaya bahwa setiap latihan adalah investasi bagi kebersamaan. Hari ini, mungkin yang terdengar hanyalah lagu. Namun kami tahu, di balik setiap nada, ada kerja keras. Di balik setiap harmoni ada kesabaran. Di balik setiap senyuman ada pengorbanan. Dan di balik tepuk tangan, ada hati-hati yang telah memilih untuk bertumbuh bersama. Jangan pernah meremehkan suara yang kalian miliki. Karena mungkin suara itulah yang sedang melengkapi harmoni seseorang. Jangan pernah merasa kecil, karena dalam sebuah paduan suara, satu suara yang hilang akan mengubah keseluruhan lagu. Setiap dari kalian adalah penting. Setiap dari kalian adalah berarti. Dan setiap dari kalian adalah alasan mengapa Swara Bahana Arogya harus berdiri dari sekarang hingga nanti.

Perjalanan Swara Bahana Arogya live pertama sebagai petugas upacara Hari Keluarga Nasional di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto pada tanggal 29 Juni 2026. Live kedua sebagai pengisi acara pertemuan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Oemah Daun Resto Purwokerto pada tanggal 7 Juli 2026. Saat tulisan ini dibuat sedang mempersiapkan diri untuk live ketiga kalinya sebagai pengisi acara di Resepsi Hari Keluarga Nasional (Harganas) di GOR Satria Purwokerto pada tanggal 21 Juli 2026 mendatang. Sebelumnya Swara Bahana Arogya juga sudah melakukan rekaman yang lagunya selalu diputar di setiap kesempatan pada pelaksanaan apel pagi dan setiap pertemuan di aula Sambiloto serta rekaman tersebut berfungsi sebagai arsip Kedinasan.

Pada akhirnya, paduan suara bukanlah tentang siapa yang bernyanyi paling merdu. Bukan pula tentang siapa yang mendapat sorotan paling banyak. Paduan suara adalah tentang kebersamaan dan kepercayaan.Tentang kerendahan hati untuk saling mendengarkan dan keberanian untuk saling menguatkan. Dan tentang cinta yang diwujudkan dalam harmoni. Semoga setiap lagu yang dipersembahkan tidak hanya terdengar indah di telinga.Tetapi juga meninggalkan ketenangan di kalbu. Menumbuhkan harapan. Menguatkan semangat dan mengingatkan kita, bahwa ketika banyak hati memilih berjalan dalam satu irama, tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi untuk diraih bersama. Selama masih ada kebersamaan akan selalu ada harapan. Selama masih ada harmoni, akan selalu ada kekuatan. Dan selama masih ada cinta untuk melayani, Swara Bahana Arogya akan terus bergema. Mengalunkan pengabdian, menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan. Demi Banyumas yang sehat untuk mewujudkan Banyumas PAS (Produktif, Adil dan Sejahtera). Selamat dan sukses selalu, semoga setiap gerak dan langkah Swara Bahana Arogya mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga di rumah masing-masing tidak melewatkan melantunkan Kalam Allah ya… sebagai penyeimbang dan ekspresi rasa syukur kepada Sang Pencipta. Alhamdulillah. Barokallah fikum.

Swara Bahana Arogya, bersatu dalam harmoni, bertumbuh dalam kebersamaan, mengabdi dengan sepenuh hati. 

(By: Asri Tri Angkati, Purwokerto, 9 Juli 2026)

.

Komentar