PERAN DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN BANYUMAS DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM GERAKAN AYAH MENGANTAR ANAK DI HARI PERTAMA SEKOLAH (GAMAS) TAHUN 2026.
Pagi yang cerah, secerah harapan masa depan bagi putra-putri Generasi Penerus Bangsa. Hari Senin pagi, tanggal 13 Juli 2026 terjadi fenomena yang lain dari biasanya. Hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026 / 2027 terlihat para Ayah di Kabupaten Banyumas yang mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Hal ini merupakan bentuk nyata dan Implementasi dari Surat Edaran Bupati Banyumas Nomor 400.13/14/2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Sejumlah Ayah rela meluangkan waktu demi mendampingi buah hati mereka memasuki lingkungan sekolah pada hari pertama masuk Sekolah.
Pemerintah resmi mengeluarkan Surat Edaran terkait dengan aturan Ayah mengantar anak ke sekolah merupakan bentuk dan respon terhadap krisis fatherless di Indonesia. Data di BKKBN menunjukkan ada sebesar 25,8% anak Indonesia mengalami Fatherless. Fatherless sendiri memiliki pengertian “Kondisi psikologis dan sosial di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan figur Ayah. Situasi ini bukan hanya berarti Ayah telah meninggal atau berpisah, tetapi juga mencakup kondisi dimana Ayah ada secara fisik, namun absen secara emosional dan tidak terlibat dalam pengasuhan. Sehingga banyak anak-anak di Indonesia yang kehilangan sosok Ayah, yang akan berpengaruh pada masa depan anak ”. (Kompas.Com)
Sebenarnya surat edaran resmi nomor 7 tahun 2025 mengacu kepada ASN dan ada aturan khusus, dimana ASN khususnya laki-laki dihimbau untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tidak kehilangan sosok ayah. Ternyata masyarakat umum juga bisa mengikuti peraturan tersebut karena gerakan ini mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan anak secara nyata. Gerakan ini akan menguatkan peran keluarga sebagai pondasi pembentukan karakter dan meningkatkan kedekatan emosional antara ayah dan anak. Meski ASN itu lebih banyak dilibatkan, gerakan ini sebenarnya terbuka untuk masyarakat umum. Karena ini penting sekali di semua lapisan masyarakat. Gerakan ini menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia yang semulanya terpusat pada peran Ibu menjadi kolaboratif dan setara dengan Ayah.
Landasan Hukum
Pelaksanaan Program GAMAS didasarkan pada berbagai regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan keluarga, perlindungan anak, serta penguatan peran orang tua, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
- Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
- Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah Tahun Ajaran 2025/2026 yang mendorong dukungan keluarga pada hari pertama sekolah.
- Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengenai Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sebagai bagian dari penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
- Surat Edaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/400.13.26/207/2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), yang mendorong perangkat daerah dan ASN untuk berpartisipasi aktif.
- Pemerintah Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas. Surat Edaran Nomor 400.13/14/2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Peran Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dalam Program GAMAS. Sebagai perangkat daerah yang melaksanakan urusan kesehatan dan pembangunan keluarga, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan GAMAS dengan program pembangunan keluarga melalui:
- Edukasi mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan.
- Keterlibatan Penyuluh Keluarga Berencana, Tim Pendamping Keluarga, dan Puskesmas sebagai agen perubahan.
- Kampanye komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
- Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, pemerintah desa/kelurahan, organisasi profesi, serta mitra pembangunan.
- Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pembinaan keluarga berkualitas.
Program GAMAS ini menjadi salah satu bentuk intervensi promotif yang mendukung kesehatan jiwa anak, penguatan ketahanan keluarga, serta pencapaian tujuan pembangunan sumber daya manusia.
Praktik Pelaksanaan Program GAMAS di Kabupaten Banyumas
Dalam implementasinya, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas mendorong seluruh pegawai laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Kegiatan tersebut dipadukan dengan kampanye pengasuhan positif melalui media sosial dan jejaring lintas sektor.
Pelaksanaan kegiatan meliputi:
- Penyampaian surat edaran atau imbauan kepada seluruh unit kerja.
- Sosialisasi kepada ASN mengenai pentingnya keterlibatan ayah.
- Pelaksanaan kegiatan mengantar anak pada hari pertama sekolah.
- Dokumentasi foto dan video sebagai media edukasi.
- Publikasi melalui media sosial dan kanal informasi resmi instansi.
- Pelaporan pelaksanaan sebagai bagian dari monitoring program.
Selain melibatkan ASN, kegiatan ini juga dapat diperluas melalui kolaborasi dengan sekolah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok kegiatan keluarga di wilayah Kabupaten Banyumas sehingga pesan mengenai pentingnya kehadiran ayah menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Manfaat Program GAMAS Bagi Anak
- Memberikan rasa aman dan nyaman pada anak. Kehadiran Ayah membuat anak merasa lebih tenang dan percaya diri.
- Menumbuhkan kepercayaan diri anak. Dukungan Ayah menjadi dorongan awal bagi anak untuk menghadapi lingkungan baru.
- Mempererat hubungan Ayah dan anak. Momen kebersamaan ini memperkuat ikatan emosional dan komunikasi positif.
- Meningkatkan motivasi belajar.
Manfaat Program GAMAS Bagi Ayah
- Mempererat hubungan dengan anak;
- Meningkatkan kesadaran terhadap tanggung jawab pengasuhan;
- Membangun komunikasi keluarga yang lebih efektif.
Manfaat Program GAMAS Bagi Keluarga
- Memperkuat fungsi keluarga;
- Menciptakan pola pengasuhan yang kolaboratif;
- Meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
Manfaat Program GAMAS Bagi Pemerintah Daerah
- Mendukung pembangunan keluarga berkualitas;
- Memperkuat upaya promotif dan preventif bidang kesehatan;
- Mendukung pencapaian target pembangunan sumber daya manusia.
Tantangan dan Upaya Penguatan
Beberapa tantangan dalam implementasi GAMAS meliputi keterbatasan waktu Ayah karena tuntutan pekerjaan, masih kuatnya budaya yang menempatkan pengasuhan sebagai tugas ibu, serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan ayah. Untuk mengatasi tantangan tersebut diperlukan:
- Komitmen pimpinan perangkat daerah;
- Fleksibilitas pengaturan jam kerja pada hari pelaksanaan sesuai kebijakan yang berlaku;
- Kampanye publik secara berkelanjutan;
- Integrasi dengan program pembangunan keluarga dan kesehatan;
- Kolaborasi lintas sektor.
KESIMPULAN
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah merupakan langkah sederhana yang memiliki makna besar dalam membangun hubungan emosional antara ayah dan anak. Ayah adalah pahlawan pertama, pendamping terbaik sepanjang jalan hidup anak. Kehadiran Ayah mungkin hanya beberapa jam di sekolah, namun dampaknya dapat menjadi motivasi bagi anak sepanjang hidupnya. Pada momen awal perjalanan pendidikan Ayah memberikan dukungan psikologis yang positif sekaligus memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Di Kabupaten Banyumas, pelaksanaan GAMAS menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas melalui penguatan peran Ayah (GATI= Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, dan masyarakat. GAMAS diharapkan berkembang menjadi budaya pengasuhan positif yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi Banyumas yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing untuk mewujudkan Banyumas PAS (Produktif, Adil Sejahtera).
Demikian tulisan ini dibuat sebagai laporan pelaksanaan kegiatan program GAMAS di Lingkungan Dinkes KB Kabupaten Banyumas dan juga sebagai dokumentasi serta publikasi media kanal informasi resmi. Sebenarnya sebagian besar pegawai Dinkes KB sudah melaksanakan program GAMAS dengan baik, namun hanya sebagian kecil yang membuat dokumentasi foto. Semoga bermanfaat.
“Ayah Hadir, Anak Semangat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat”.
Barokallah fikum.
(Oleh: Asri Tri Angkati, Purwokerto 14 Juli 2026)
lihat artikel dalam format PDF disini.
Komentar