Penampilan Spektakuler Paduan Suara Bahana Swara Arogya Memukau Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Kabupaten Banyumas
Purwokerto, 21 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat Kabupaten Banyumas. Bertempat di Gedung Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Jalan Prof. Dr. Suharso Purwokerto. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas menyelenggarakan puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kabupaten Banyumas yang dihadiri sekitar 1000 (seribu) orang dengan mengusung tema "Ayah Wajib Hadir". Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Banyumas, Kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Penyuluh Keluarga Berencana, Kader, serta berbagai unsur masyarakat. Momentum ini menjadi ajakan bersama untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga.
Rangkaian acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke 33 Kabupaten Banyumas diantaranya :
- Senam Bersama
- Laporan Penyelenggara
- Sambutan Bupati Banyumas dan Pembukaan secara resmi
- Launching SSK (Sekolah Siaga Kependudukan)
- Launching Kompak Tenan
- Deklarasi / Komitmen Bersama oleh seluruh Peserta
- Penyerahan Penghargaan
- Foto Bersama Bupati
- Penampilan Drama Musikal oleh SMKN 1 Purwokerto
- Anjangsana Gelar Dagang UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor)
- Hiburan (Penampilan Paduan Suara Swara Bahana Arogya)
- Pembagian Doorprize.
Di antara rangkaian acara yang sarat makna tersebut, terdapat satu acara hiburan atau penampilan yang berhasil mencuri perhatian seluruh tamu undangan. Paduan Suara Swara Bahana Arogya mampu menggetarkan gedung Sasana Krida GOR Satria Purwokerto tempat acara berlangsung. Menjadi salah satu momentum paling memukau dalam agenda utama Hari Keluarga Nasional ke 33 di Kabupaten Banyumas. Alunan suara yang kompak dan rancak dari para anggota paduan suara bergema, bergaung tiap sudut gedung dan berhasil menyihir seluruh jajaran pimpinan serta mitra kerja yang hadir. Penampilan gemilang ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol soliditas dan semangat Dinas Kesehatan dan KB dalam mendukung ketahanan keluarga nasional.
Kita ketahui bersama di tulisan sebelumnya bahwa inisiator, pendiri dan pencetus nama paduan suara Swara Bahana Arogya Dinkes KB adalah Ibu dr. Catur Yuni Muliatsih, MM. Menurut beliau, arti dari Swara Bahana Arogya sendiri adalah kumandang suara yang membawa kesehatan dan kesejahteraan, menghadirkan nuansa holistik untuk kesembuhan. Jadi kalau mendengarkan paduan suara nadi menjadi sehat dan sejahtera. Pada saat tulisan ini dibuat beliau yang semula menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan dan KB, mulai tanggal 31 Juli 2026 promosi menjadi Direktur RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas. Dibawah komando dan arahan beliau paduan suara Swara Bahana Arogya terus melaju. Seiring berjalannya waktu Swara Bahana Arogya tidak hanya tumbuh sebagai kelompok paduan suara, tetapi juga menjelma menjadi duta harmoni Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas. Dengan penampilan yang selalu memikat dan kualitas musikal yang terus berkembang, eksistensinya semakin dikenal.
Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 mengajak seluruh keluarga untuk menghadirkan sosok ayah secara utuh dalam setiap fase kehidupan anak. Kehadiran ayah tidak hanya dimaknai sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping yang penuh kasih, pendidik yang membimbing, pelindung yang memberikan rasa aman, serta teladan yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Pesan mulia tersebut kembali ditegaskan oleh Bupati Banyumas dalam sambutannya pada puncak peringatan Harganas ke-33, sebagai pengingat bahwa keluarga yang kuat berawal dari kehadiran orang tua yang utuh dan berkualitas.
Selaras dengan tema "Ayah Wajib Hadir", penampilan Paduan Suara Swara Bahana Arogya menjadi lebih dari sekadar sajian seni. Harmoni yang mengalun dari setiap lagu menjadi simbol hadirnya keluarga yang saling menguatkan, saling mendengarkan, dan saling melengkapi. Sebagaimana sebuah paduan suara hanya dapat menghasilkan harmoni ketika setiap suara hadir dan menjalankan perannya, demikian pula sebuah keluarga akan tumbuh kokoh ketika ayah hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan kasih sayang, perhatian, bimbingan, dan keteladanan. Melalui alunan nada yang indah, Swara Bahana Arogya menyampaikan pesan bahwa kehadiran adalah bentuk cinta yang paling nyata.
Apresiasi bagi Seluruh Anggota Swara Bahana Arogya merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan seluruh anggota, pelatih, konduktor, dan tim pendukung. Di tengah kesibukan menjalankan tugas pelayanan kesehatan dan keluarga berencana, mereka tetap meluangkan waktu untuk berlatih demi memberikan penampilan terbaik. Apresiasi juga patut diberikan kepada pimpinan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas yang memberikan ruang bagi pengembangan seni dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter organisasi yang harmonis, kreatif, dan kolaboratif.
Seperti Jejak yang Tak Pernah Pergi. Setiap perjalanan memiliki awal. Dan setiap awal selalu lahir dari seseorang yang berani menyalakan harapan. Bagi keluarga besar Swara Bahana Arogya, sosok itu adalah dr. Catur Yuni Muliatsih, MM. Dari tangan beliau, sebuah gagasan sederhana tumbuh menjadi ruang kebersamaan. Sebuah ruang yang mempertemukan banyak hati dalam satu irama, banyak langkah dalam satu tujuan, dan banyak suara dalam satu harmoni. Beliau meyakini bahwa musik bukan sekadar rangkaian nada, melainkan bahasa yang mampu merawat persaudaraan, menguatkan semangat pengabdian, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah padatnya tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kini, perjalanan pengabdian telah membawa beliau mengemban amanah baru sebagai Direktur RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas. Meski langkah beliau tidak lagi membersamai keseharian keluarga besar Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, sesungguhnya beliau tidak pernah benar-benar pergi. Sebab seorang pendiri tidak hanya meninggalkan sebuah organisasi. Tetapi meninggalkan nilai, semangat dan cara untuk saling menguatkan. Dan semua itu tetap hidup di dalam setiap diri anggota Swara Bahana Arogya. Kelak, ketika penampilan –penampilan berikutnya, ketika setiap suara berpadu menjadi harmoni. Di sanalah jejak beliau akan selalu hadir. Bukan sebagai sosok yang berdiri di atas panggung. Melainkan sebagai semangat yang hidup di dalam setiap lagu.
Sebagai inspirasi yang mengajarkan bahwa harmoni tidak hanya diciptakan oleh suara, tetapi juga oleh ketulusan hati. Nama dr. Catur Yuni Muliatsih, MM akan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Swara Bahana Arogya. Karena seorang pendiri mungkin melanjutkan pengabdian di tempat yang berbeda. Namun jejak cinta yang telah ditanamkannya akan terus bertumbuh, bersemi, dan bergema bersama setiap nada yang dinyanyikan. Terima kasih, Ibu dokter. Terima kasih telah menanamkan mimpi dan telah mempertemukan dalam harmoni. Terima kasih telah meninggalkan sebuah warisan yang tidak tertulis di atas batu, melainkan terukir indah di dalam hati.
Semoga penampilan Bahana Swara Arogya pada Harganas ke-33 menjadi inspirasi bahwa seni dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan pembangunan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme menuju keluarga Banyumas yang sehat, tangguh, harmonis, dan sejahtera. Dari harmoni suara lahirlah harmoni keluarga; dari keluarga yang harmonis tumbuh masyarakat yang kuat, dan dari masyarakat yang kuat terwujud Kabupaten Banyumas yang semakin maju dan berdaya saing untuk menuju Banyumas PAS (Produktif, Adil dan Sejahtera)
Barakallah fikum…. ( Asri Tri Angkati SKM, Purwokerto, 6 Agustus 2026)
lihat artikel lengkap disini.
Komentar